KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
117. Benediktus IV (900-903)
Benediktus adalah orang Romawi. Terpilih menjadi paus 1 Februari 900 dengan keutamaan dan kebaikan yang tidak diragukan. Ia juga pembaru Gereja yang sedang mengalami abad yang kacau balau; dalam kekuasaan, ketamakan tak terkontrol, tanah yang bergantian penggarongan pada pihak keluarga dan tuan berkuasa dengan jalan kudeta berdarah terus menerus, perampokan dan penghinaan terhadap kota. Intrik, perpecahan dan kebengisan dari para raja yang sewenang-wenang menentukan pemilihan paus. Takhta Kepausan tergantung kepada raja-raja tiran. Tetapi di tengah-tengah budaya korupsi dan nepotisme tersebut, Benediktus berhasil menjaga integrasi Takhta Suci. Dia menobatkan Louis dari Borgogna namun setelah penobatan itu Louis kembali ke Jerman. Berengar yang kelihatan sebagai orang seimbang dan perasa juga meninggalkan wilayah itu dan menyeberang ke Alpen. Paus dan Roma tinggal sendirian dan tak terlindungi dari serangan tokoh baru, yaitu Theophilaktus, istrinya Theodora dan puterinya Marozia. Roma telah menyentuh titik terndah degradasi dan korupsi. Benediktus wafat pada Juli 903 sebagai orang sakit hati, tidak berhasil menghadapi segala tantangan.
|